History of China Benteng Indonesia
Film ini adalah sebuah film dokumenter yang
menceritakan mengenai keberadaan masyarakat Cina di Tangerang, keberadaanya
memang sulit dipisahkan dengan kawasan Pasar Lama yang berada di tepi sungai
dan banyak pemukiman masyarakat keturunan Cina disana. Pada akhir tahun 1900
beberapa masyarakat keturunan Cina banyak yang dipindahkan ke daerah Pasar Baru
dan menyebar ke daerah lain.
Mengenai kata Cina Benteng asal mulanya adalah dulu
terdapat Benteng Makasar yang dibangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda
dan terletak di sekitar tepi Sungai
Cisadane Tangerang. Pada saat itu juga banyak orang Cina yang tidak mampu
tinggal di Benteng Makasar yang terkonsentrasi di daerah sebelah utara yaitu di
Sewan dan Kampung Melayu. Dan mereka berdiam di sana sejak tahun 1700-an, sejak
saat itulah muncul kata “Cina Benteng”.
Tahun 1740 terjadi pemberontakan terhadap orang
Cina oleh Kolonial Belanda, dan Belanda ingin membawa mereka untuk dipekerjakan
di perkebunan milik VOC di Sri Langka.
Banyak orang tewas dalam pemberontakan itu, dan mereka mengungsi ke daerah baru
seperti ke Cisoka, Mauk, Legok, Serpong, sampai ke pelosok Parung Bogor. Oleh
sebab itu, banyak orang Cina yang tinggal di pedesaan di pelosok Tangerang di
luar pecinaan dan Pasar Baru, namun begitu mereka masih disebut “Cina Benteng”.
Ada kelenteng tertua di daerah Pasar Lama yaitu
Kelenteng Boen tek Bio dibangun tahun 1584, lima tahun kemudian dibangun
Kelenteng Bun San Bio di daerah Pasar Baru. Kedua kelenteng ini yang
membuktikan bahwa orang-orang Cina sudah mendarat di Tangerang lebih dari 3
abad silam.
Masyarakat Cina Benteng mempunyai kekhasan dimana
pakaian pengantin menggunakan campuran budaya Cina dan Betawi. Serta masih
mempertahankan adat istiadat yang telah diturunkan leluhur mereka yaitu masih
memiliki meja abu, melaksanakan Cap Go Meh, Peh Cun, Sembahyang Kue Bulan, Ce It Cap Go . Di bidang kesenian juga
masyarakat Cina Benteng menyewa Gambang Kromong dan Cokek di acara pesta pernikahan.
Dari Film tersebut dapat disimpulkan bahwa memang
masyarakat Cina Benteng sudah menetap di Tangerang sejak beberapa puluh tahun
yang lalu, lalu mereka berakulturasi dengan masyarakat lain yang kemudian
menciptakan sebuah kebiasaan baru yang dilakukan masyarakat Cina Benteng. Dari
film ini juga kita bisa memetik pelajaran bahwa memang sudah seharusnya kita
sebagai masyarakat yang tinggal dan menetap di Indonesia dengan masyarakat
multicultural bisa saling menghargai dan menjaga kerukunan satu sama lain.
Dengan begitu kita bisa hidup berdampingan dan hidup dengan damai bersama di
Indonesia tercinta Negeri tercinta kita ini.
Salam Chi Chong Fan

0 comments