featured

Resensi Film History of China Benteng Indonesia

11:39 PM

History of China Benteng Indonesia



Film ini adalah sebuah film dokumenter yang menceritakan mengenai keberadaan masyarakat Cina di Tangerang, keberadaanya memang sulit dipisahkan dengan kawasan Pasar Lama yang berada di tepi sungai dan banyak pemukiman masyarakat keturunan Cina disana. Pada akhir tahun 1900 beberapa masyarakat keturunan Cina banyak yang dipindahkan ke daerah Pasar Baru dan menyebar ke daerah lain.

Mengenai kata Cina Benteng asal mulanya adalah dulu terdapat Benteng Makasar yang dibangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda dan  terletak di sekitar tepi Sungai Cisadane Tangerang. Pada saat itu juga banyak orang Cina yang tidak mampu tinggal di Benteng Makasar yang terkonsentrasi di daerah sebelah utara yaitu di Sewan dan Kampung Melayu. Dan mereka berdiam di sana sejak tahun 1700-an, sejak saat itulah muncul kata “Cina Benteng”.

Tahun 1740 terjadi pemberontakan terhadap orang Cina oleh Kolonial Belanda, dan Belanda ingin membawa mereka untuk dipekerjakan di  perkebunan milik VOC di Sri Langka. Banyak orang tewas dalam pemberontakan itu, dan mereka mengungsi ke daerah baru seperti ke Cisoka, Mauk, Legok, Serpong, sampai ke pelosok Parung Bogor. Oleh sebab itu, banyak orang Cina yang tinggal di pedesaan di pelosok Tangerang di luar pecinaan dan Pasar Baru, namun begitu mereka masih disebut “Cina Benteng”.

Ada kelenteng tertua di daerah Pasar Lama yaitu Kelenteng Boen tek Bio dibangun tahun 1584, lima tahun kemudian dibangun Kelenteng Bun San Bio di daerah Pasar Baru. Kedua kelenteng ini yang membuktikan bahwa orang-orang Cina sudah mendarat di Tangerang lebih dari 3 abad silam.

Masyarakat Cina Benteng mempunyai kekhasan dimana pakaian pengantin menggunakan campuran budaya Cina dan Betawi. Serta masih mempertahankan adat istiadat yang telah diturunkan leluhur mereka yaitu masih memiliki meja abu, melaksanakan Cap Go Meh, Peh Cun, Sembahyang Kue Bulan,  Ce It Cap Go . Di bidang kesenian juga masyarakat Cina Benteng menyewa Gambang Kromong dan Cokek  di acara pesta pernikahan.

Dari Film tersebut dapat disimpulkan bahwa memang masyarakat Cina Benteng sudah menetap di Tangerang sejak beberapa puluh tahun yang lalu, lalu mereka berakulturasi dengan masyarakat lain yang kemudian menciptakan sebuah kebiasaan baru yang dilakukan masyarakat Cina Benteng. Dari film ini juga kita bisa memetik pelajaran bahwa memang sudah seharusnya kita sebagai masyarakat yang tinggal dan menetap di Indonesia dengan masyarakat multicultural bisa saling menghargai dan menjaga kerukunan satu sama lain. Dengan begitu kita bisa hidup berdampingan dan hidup dengan damai bersama di Indonesia tercinta Negeri tercinta kita ini.


Salam Chi Chong Fan



You Might Also Like

0 comments

Popular Posts