Ngenest adalah sebuah Film bergenre komedi, film ini
bercerita tentang seorang laki-laki bernama Ernest yang menjadi korban
bully temannya sejak SD karena berasal dari
keturunan Cina. Menjadi korban bully membuatnya bertekad bahwa
keturunannya kelak tidak boleh mengalami nasib yang sama. Untuk itu, dia
berikrar untuk menikahi perempuan pribumi, dengan harapan agar anaknya kelak
tidak mengalami kemalangan yang ia alami.
Sampai pada suatu ketika Ernest berpikir bahwa ini adalah nasib yang harus ia terima. Namun ia juga harus memutus mata rantai, dengan cara menikahi seorang perempuan pribumi, dengan harapan kelak ia akan memiliki seorang anak pribumi. Rencana ini ditentang oleh sahabatnya sejak SD, Patrick, yang merasa cita-cita Ernest ini sangat aneh. walaupun bisa terkabul juga cita-citanya.
Sampai pada suatu ketika Ernest berpikir bahwa ini adalah nasib yang harus ia terima. Namun ia juga harus memutus mata rantai, dengan cara menikahi seorang perempuan pribumi, dengan harapan kelak ia akan memiliki seorang anak pribumi. Rencana ini ditentang oleh sahabatnya sejak SD, Patrick, yang merasa cita-cita Ernest ini sangat aneh. walaupun bisa terkabul juga cita-citanya.
Seiring waktu berjalan, dan dia sudah masuk kuliah sampai semester 3, barulah dia berkenalan dengan gadis cantik bernama Meira, seorang gadis Sunda/Jawa yang seiman dengannya. Perkenalan mereka berlangsung cukup mulus, tapi masalah timbul saat Ernest bertemu dengan ayah Meira yang sama sekali tidak menyukai anaknya berpacaran dengan seorang Cina, karena ia pernah nyaris bangkrut akibat ditipu oleh rekan bisnisnya yang juga Cina. Tapi akhirnya Ernest berhasil mencuri hati calon mertuanya, dan setelah berpacaran selama lima tahun, mereka menikah.
Walaupun sudah menikah, Ernest memiliki sedikit kekuatiran. yaitu apabila kelak anak mereka terlahir persis sang ayah. Ketakutan ini membuat Ernest menunda-nunda keinginan memiliki anak. Namun, Meira yang sudah didesak orangtuanya juga, ingin segera memiliki anak. Setelah melalui berbagai pertengkaran, akhirnya Ernest mengalah karena takut kehilangan Meira, namun pada akhirnya istrinya hamil.
Semakin hari semakin
besar rasa takut yang menghantui Ernest, takut anaknya sama seperti dirinya.
Ketika bayi lahir, bayi itu adalah berjenis kelamin perempuan dengan wajah yang
mirip dengan ayahnya. Akhirnya Ernest pun tetap menerimanya dan pada akhirnya
keluarga mereka menjadi bahagia dengan kehadiran anggota keluarga baru.
Dari Film Ngenest ini
bisa kita simpulkan bahwa memang terkadang masyarakat yang minoritas seperti
masyarakat keturunan Tionghoa sulit sekali diterima dalam sebuah kelompok masyarakat
mayoritas, namun hal ini jangan membuat kaum minoritas menjadi merasa
terkucilkan, namun sebaliknya yaitu harus membuktikan bahwa masyarakat Tionghoa
sebagai kaum minoritas bisa bersosialisasi dan menjalin hubungan baik dengan
masyarakat lain. Begitu pula dengan kaum mayoritas hendaknya tidak memandang
rendah kaum minoritas, saling menghargai dan menghormati satu sama lain itu
penting apalagi kita sebagai bagian dari Bangsa Indonesia yang memiliki beragam
suku bangsa, agama, dan kebudayaan.




















